
Kisah Perjuangan Menuntut Ilmu Puluhan Tahun
NGAWI – Dedikasi dalam menuntut ilmu membutuhkan konsistensi yang luar biasa, bukan sekadar proses singkat satu atau dua tahun, melainkan perjuangan sepanjang hayat hingga puluhan tahun. Pesan kuat inilah yang ditekankan oleh Ustaz Faishal Hilmy, Lc. saat mengisi Kajian Fascho PCPM Ngawi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngawi pada Senin malam (27/07/2026).
Dalam kajian yang membedah kitab Ayyuhal Walad karya Al-Imam Al-Ghazali tersebut, Ustaz Faishal mengambil keteladanan dari kisah ulama besar terdahulu, Hatim Al-Asham. Beliau menceritakan bagaimana Hatim Al-Asham mendampingi dan menimba ilmu dari gurunya, Syaqiq Al-Balkhi, selama kurang lebih 30 tahun demi meraih hakikat ilmu yang sesungguhnya.
Refleksi Perjuangan Hatim Al-Asham 30 Tahun

Ustaz Faishal menjelaskan bahwa dalam rentang waktu tiga dekade tersebut, Hatim Al-Asham tidak sekadar menghafal teks, melainkan menyerap pelajaran hidup yang mendasar. Proses panjang ini membuktikan bahwa kematangan spiritual dan kedalaman pemahaman agama tidak bisa diraih secara instan.
"Menuntut ilmu agama itu menuntut kesabaran ekstra. Kita melihat contoh nyata dari Hatim Al-Asham yang belajar hingga 30 tahun lamanya. Hal ini menjadi tamparan keras bagi generasi kita hari ini yang sering kali baru belajar satu atau dua tahun sudah merasa puas dan terburu-buru ingin tampil sebagai ahli," ungkap Ustaz Faishal di hadapan jemaah.
Ilmu untuk Membersihkan Jiwa
Proses belajar yang memakan waktu puluhan tahun tersebut pada akhirnya melahirkan keikhlasan dan ketakwaan. Hubungan erat antara lamanya waktu belajar dengan kebersihan hati ini sangat selaras dengan kutipan Imam Asy-Syafi'i yang juga digaungkan dalam kajian tersebut: "Sesungguhnya ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat."

Amal Saleh: Muara Ilmu yang Mendatangkan Keselamatan
Lebih lanjut, Ustaz Faishal mengupas inti sari dari nasihat Al-Imam Al-Ghazali mengenai muara dari segala ilmu yang dipelajari selama puluhan tahun tersebut. Menurutnya, satu-satunya hal yang mampu mendatangkan keselamatan sejati bagi seorang hamba, baik di dunia maupun di akhirat, adalah amal saleh.
Melalui pemaparan kisah ini, Kajian Fascho PCPM Ngawi berhasil menggugah semangat para pemuda untuk meluruskan niat dalam belajar. Pemuda Muhammadiyah Ngawi diajak untuk memandang proses menuntut ilmu sebagai perjalanan panjang yang tidak boleh terputus oleh waktu demi menjaga diri dari kelalaian duniawi.
0 comments:
Posting Komentar