Fajar pencerahan Gerakan Muhammadiyah di kabupaten ngawi dimulai pada tahun 1918 yang kemudian secara resmi menjadi perkumpulan pada tahun 1925, dimana saat itu pada tanggal 6/7 Agustus 1925 di rumah mas Prawirodihardjo seorang Hoofmandoer Hospitaal di kampung ketanggi Kota Ngawi.....
Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi mengikuti Rapat Kerja Wilayah (rakerwil) yang diselenggrakan oleh MPID PWM Jawa Timur. Rakerwil berlangsung di Aula Mas Mansyur PWM Jatim pada Sabtu (4/11)....
Minggu 7 Januari 2024 bertempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi telah dilaksanakan acara Pengukuhan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Ngawi. Proses pengukuhan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, MH, M.Si, unsur Forum Pimpinan Daerah, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Unsur Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah, Pimpinan Organisasi Aisyiyah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi yang kali ini diwakili oleh Kabid. Kepemudaan Yetty Nilam Sulandriana, SS, M.M dan semua Pengurus Pemuda Muhammadiyah se Kabupaten Ngawi.
Sebagai upaya meningkatkan sinergi program kerja, Majelis Tabligh PDM Ngawi menyelenggarakan Rapat Kerja dan sosialisasi Program Kerja Majelis Tabligh PDM Ngawi. Sehubungan dengan hal tersebut, majelis Tabligh PDM Ngawi mengundang utusan dari Korbid Tabligh dan Majelis Tabligh PCM se-kabupaten ngawi......
Kajian Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi bersama Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., mengangkat tema "Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah." Tema ini sangat relevan bagi warga Muhammadiyah, ...
Giat Bazar di Kajian Ahad Pagi ICM Ngawi: Langkah Nyata Ibu-Ibu 'Aisyiyah Perkuat Ekonomi UmatEkonomi Umat & 'Aisyiyah
📍 Lokasi: ICM Ngawi, Jawa Timur🗓️ Tanggal: Ahad, 2 Agustus 2026
NGAWI — Semarak pelaksanaan Kajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi di Gedung Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Ngawi pada Ahad (2/8/2026) tidak hanya menjadi ajang penguatan rohani, tetapi juga momentum penguatan ekonomi umat.
Di area pelataran gedung ICM Ngawi, deretan lapak Bazar UMKM 'Aisyiyah tampak dipadati oleh para jamaah usai mengikuti sesi kajian utama. Berbagai produk olahan kuliner tradisional, makanan ringan, minuman segar, hingga aneka hasil kerajinan tangan dan busana muslimah dijajakan oleh para kader serta warga 'Aisyiyah dari berbagai ranting dan cabang.
"Giat bazar ini menjadi wadah strategis bagi pimpinan dan anggota 'Aisyiyah untuk memamerkan serta memasarkan produk-produk unggulan UMKM binaan, sekaligus membantu menggerakkan roda perekonomian keluarga jamaah."
Selain mendorong kemandirian finansial kader, kehadiran bazar ini juga mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarjamaah. Antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi, di mana sebagian besar pengunjung kajian memanfaatkan momen seusai acara untuk berbelanja kebutuhan harian sekaligus memberikan dukungan langsung bagi usaha-usaha mikro lokal.
Kupas Tuntas Ideologi, Tajdid, hingga Metode Beragama - Kajian Ahad Pagi PDM NgawiBerita Muhammadiyah
📍 Lokasi: Ngawi, Jawa Timur🗓️ Tanggal: Ahad, 2 Agustus 2026
NGAWI — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi kembali menggelar agenda rutin Kajian Ahad Pagi yang terbuka untuk masyarakat umum di Gedung Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Ngawi, Jln. Suryo – Grudo, Ngawi (Utara Terminal Kertonegoro), Ahad (2/8/2026).
Pada kesempatan kali ini, kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia pelaksana dari TK ABA Kec. Ngawi tersebut menghadirkan mubaligh asal Bojonegoro, Ust. Lukman Hakim, Lc., M.A.
Dalam ceramahnya yang berbobot, Ust. Lukman Hakim mengupas secara mendalam berbagai aspek penting dalam beragama dan berorganisasi. Beliau mengawali pemaparannya dengan menjelaskan pentingnya penguatan ideologi keagamaan dan ideologi sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Lebih lanjut, penceramah memberikan penekanan khusus mengenai tatanan ibadah, yaitu pelaksanaan shalat berdasarkan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Saat mengulas shalat menurut tarjih ini, Ust. Lukman Hakim juga memaparkan berbagai perbedaan pendapat (ikhtilaf) yang termuat di dalam Himpunan Putusan Tarjih, sekaligus menunjukkan bahwa Tarjih Muhammadiyah menghargai serta mengakomodasi keberagaman pemahaman fikih yang memiliki landasan dalil yang kuat.
Beliau juga mengajak jamaah mengenang jejak keteladanan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, saat meluruskan arah kiblat masjid dan menerapkan ilmu hisab—sebuah langkah tajdid bersejarah yang memadukan dalil syariat dengan kebenaran ilmu pengetahuan modern.
Dua Pilar Tajdid Muhammadiyah
Mengenai gerakan tajdid (pembaruan) Muhammadiyah, Ust. Lukman Hakim menerangkan dua pilar utamanya:
Purifikasi (Pemurnian): Pemurnian ajaran Islam pada aspek akidah dan ibadah dari unsur-unsur TBC (Takhayul, Bid'ah, dan Churafat).
Dinamisasi (Pengembangan): Pengembangan dan modernisasi pada urusan muamalah duniawiyah agar Islam senantiasa relevan menjawab perkembangan zaman.
Di akhir kajian, beliau menegaskan bahwa dalam memahami dan mengamalkan agama, Muhammadiyah menggunakan tiga pendekatan utama, yaitu:
Bayani: Pendekatan berbasis teks Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Burhani: Pendekatan berbasis akal, ilmu pengetahuan, dan realitas konteks zaman.
Irfani: Pendekatan berbasis olah rasa, etika, nurani, dan kepekaan spiritual.
Ratusan jamaah tampak antusias menyimak pemaparan dari pukul 06.30 hingga 08.00 WIB tersebut. Bagi masyarakat yang berhalangan hadir secara langsung, rekaman dan tayangan kajian dapat diakses kembali melalui kanal YouTube resmi MAJELIS TABLIGH PDM NGAWI.
NGAWI – Dedikasi dalam menuntut ilmu membutuhkan konsistensi yang luar biasa, bukan sekadar proses singkat satu atau dua tahun, melainkan perjuangan sepanjang hayat hingga puluhan tahun. Pesan kuat inilah yang ditekankan oleh Ustaz Faishal Hilmy, Lc. saat mengisi Kajian Fascho PCPM Ngawi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngawi pada Senin malam (27/07/2026).
Dalam kajian yang membedah kitab Ayyuhal Walad karya Al-Imam Al-Ghazali tersebut, Ustaz Faishal mengambil keteladanan dari kisah ulama besar terdahulu, Hatim Al-Asham. Beliau menceritakan bagaimana Hatim Al-Asham mendampingi dan menimba ilmu dari gurunya, Syaqiq Al-Balkhi, selama kurang lebih 30 tahun demi meraih hakikat ilmu yang sesungguhnya.
Refleksi Perjuangan Hatim Al-Asham 30 Tahun
Ustaz Faishal menjelaskan bahwa dalam rentang waktu tiga dekade tersebut, Hatim Al-Asham tidak sekadar menghafal teks, melainkan menyerap pelajaran hidup yang mendasar. Proses panjang ini membuktikan bahwa kematangan spiritual dan kedalaman pemahaman agama tidak bisa diraih secara instan.
"Menuntut ilmu agama itu menuntut kesabaran ekstra. Kita melihat contoh nyata dari Hatim Al-Asham yang belajar hingga 30 tahun lamanya. Hal ini menjadi tamparan keras bagi generasi kita hari ini yang sering kali baru belajar satu atau dua tahun sudah merasa puas dan terburu-buru ingin tampil sebagai ahli," ungkap Ustaz Faishal di hadapan jemaah.
Ilmu untuk Membersihkan Jiwa
Proses belajar yang memakan waktu puluhan tahun tersebut pada akhirnya melahirkan keikhlasan dan ketakwaan. Hubungan erat antara lamanya waktu belajar dengan kebersihan hati ini sangat selaras dengan kutipan Imam Asy-Syafi'i yang juga digaungkan dalam kajian tersebut: "Sesungguhnya ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat."
Amal Saleh: Muara Ilmu yang Mendatangkan Keselamatan
Lebih lanjut, Ustaz Faishal mengupas inti sari dari nasihat Al-Imam Al-Ghazali mengenai muara dari segala ilmu yang dipelajari selama puluhan tahun tersebut. Menurutnya, satu-satunya hal yang mampu mendatangkan keselamatan sejati bagi seorang hamba, baik di dunia maupun di akhirat, adalah amal saleh.
Melalui pemaparan kisah ini, Kajian Fascho PCPM Ngawi berhasil menggugah semangat para pemuda untuk meluruskan niat dalam belajar. Pemuda Muhammadiyah Ngawi diajak untuk memandang proses menuntut ilmu sebagai perjalanan panjang yang tidak boleh terputus oleh waktu demi menjaga diri dari kelalaian duniawi.