NGAWI – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngawi melalui Majelis Tabligh sukses menggelar kegiatan rutin Kajian Ahad Pagi. Acara yang terbuka untuk umum ini berlangsung khidmat di Masjid Tamam Ali Hasan, Jl. Barnadip No. 3, Ngawi, pada Ahad pagi, 19 Juli 2026 mulai pukul 06.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan penyampaian informasi penting oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi, Drs. Salimoel Amien. Dalam sambutannya, ia memaparkan hasil studi tiru yang belum lama ini dilaksanakan di Masjid Baitul Mukhlisin, Ponorogo. Pemaparan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi berharga dalam pengelolaan serta pemakmuran masjid-masjid di lingkungan Muhammadiyah Ngawi ke depannya.
Suasana diperkuat oleh ulasan dari pembawa acara (MC) sekaligus Ketua Majelis Tabligh PCM Ngawi, Edy Triyono. Guna menguatkan judul kajian yang akan disampaikan, ia mengaitkannya dengan unen-unen Jawa pelengkap, yakni "Tuo-tuo sapu sodo, tuo-tuo dadi klopo". Disampaikan bahwa orang tua memang cenderung memiliki karakter kaku dan kokoh dalam prinsip layaknya lidi (sodo). Lebih dari itu, filosofi kelapa (klopo) mengisyaratkan bahwa usia tua harusnya semakin matang, sarat pengalaman, dan memberikan manfaat yang kental bagi generasi penerus.
Memasuki acara inti, suasana kajian menjadi semakin hidup saat pembicara utama, Ustaz Wawan Setyono, memberikan kajian. Tokoh dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Pitu ini mengawali ceramahnya dengan menyelipkan filosofi lokal berupa unen-unen (peribahasa) Jawa yang cukup menggelitik sekaligus penuh makna:
Melalui peribahasa tersebut, Ustaz Wawan menjabarkan esensi dari tema utama kajian kali ini, yaitu "Semakin Tua Bertambah Taqwa". Beliau mengingatkan para jemaah akan pentingnya memanfaatkan sisa usia dengan sebaik-baiknya. Seiring bertambahnya umur, fokus kehidupan seorang Muslim idealnya bergeser dari sekadar mengejar manisnya urusan duniawi (mangan gulo) menuju kesadaran penuh akan persiapan kematian dan kehidupan akhirat yang digambarkan dengan tanah atau kuburan (mangan boto).

Kajian ini diikuti dengan antusias oleh puluhan jemaah yang terdiri dari warga Muhammadiyah, Aisyiyah, serta dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) setempat. Melalui kegiatan ini, Majelis Tabligh PCM Ngawi berharap dapat terus konsisten membina spiritualitas dan mempererat silaturahmi seluruh elemen persyarikatan agar senantiasa bertumbuh dalam keimanan dan ketaqwaan hingga akhir hayat.
0 comments:
Posting Komentar