Menghidupkan 4 Pilar Ma'rifat hingga Jiwa yang Tenang - Kajian Fascho, Ust. Eko Budi Santoso, M.S.I

NGAWI — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngawi sukses menggelar acara rutin "Kajian Fascho" pada Senin malam, 20 Juli 2026. Acara yang mengusung tema "Menuntut Ilmu, Menjemput Cahaya, Meraih Berkah Kehidupan" ini dilaksanakan di Kediaman Bp. Arry (K & K Archery), Jl. Samratulangi, Klitik, Ngawi, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Kajian ini menghadirkan Ust. Eko Budi Santoso, S.Pd.I, M.S.I sebagai pemateri utama. Acara dibuka dengan pembacaan Tilawah Quran yang melantunkan Surat Taha ayat 112.

Dalam ceramahnya, Ust. Eko Budi Santoso mengawali materi dengan menyampaikan kata-kata mutiara dari ulama besar Hasan Al-Basri mengenai hakikat rezeki. Beliau mengingatkan jamaah bahwa rezeki setiap manusia sudah tertakar oleh Allah SWT dan tidak akan pernah tertukar dengan orang lain. Oleh karena itu, manusia tidak perlu merasa khawatir yang berlebihan dalam menjemputnya.

Beliau kemudian mengutip pesan mendalam dari buku Pribadi Hebat karya Buya Hamka. Ust. Eko menekankan bahwa apa pun keadaan yang sedang dihadapi di dunia ini, jangan pernah membiarkan iman kita redup. Sebaliknya, iman harus tetap dijaga agar terus bercahaya.

Untuk menjaga cahaya iman tersebut, pemateri menjabarkan pentingnya menghidupkan empat pilar makrifat (pengenalan) dalam kehidupan:

  1. Makrifat kepada Allah (Ma'rifatullah): Mengenal Allah sebagai pencipta dan pengatur segalanya agar hati selalu terpaut kepada-Nya.
  2. Makrifat Diri (Ma'rifatun Nafs): Mengenal diri sendiri. Ust. Eko memberi contoh keteladanan Jenderal Sudirman yang selalu menjaga wudhu sepanjang hidupnya sebagai "jimat" spiritual untuk menjaga kesucian diri.
  3. Makrifat Dunia (Ma'rifatun Dunya): Memahami hakikat dunia yang fana agar tidak teperdaya oleh kesenangan sesaat.
  4. Makrifat Manusia (Ma'rifatun Naas): Mengenal karakter manusia agar bisa membangun hubungan sosial yang baik, sesuai dengan prinsip hidup Khairunnas anfa'uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).

Sebagai penutup kajian, Ust. Eko Budi Santoso menekankan pentingnya bagi setiap muslim untuk melatih diri demi mencapai tingkatan Nafsu Mutmainnah (jiwa yang tenang). Jiwa yang tenang ini hanya bisa diraih oleh mereka yang rida terhadap ketentuan Allah dan konsisten berada di jalan kebaikan, sehingga kelak layak mendapat panggilan mulia untuk kembali ke surga-Nya dengan rida dan diridai.

Melalui kegiatan ini, PCPM Ngawi mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Hal tersebut sejalan dengan hadis riwayat Muslim yang turut menjadi landasan utama kajian malam ini: "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."

PCPM Ngawi berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi pemuda dan masyarakat sekitar untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi. Gerakan ini juga menjadi wujud nyata dari slogan yang mereka usung, yaitu Berilmu, Beramal, Berkemajuan.