Sabtu, 01 Agustus 2026

Kupas Tuntas Ideologi, Tajdid, hingga Metode Beragama, Kajian Ahad Pagi PDM Ngawi Hadirkan Ust. Lukman Hakim

Kupas Tuntas Ideologi, Tajdid, hingga Metode Beragama - Kajian Ahad Pagi PDM Ngawi Berita Muhammadiyah
📍 Lokasi: Ngawi, Jawa Timur 🗓️ Tanggal: Ahad, 2 Agustus 2026

NGAWI — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi kembali menggelar agenda rutin Kajian Ahad Pagi yang terbuka untuk masyarakat umum di Gedung Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Ngawi, Jln. Suryo – Grudo, Ngawi (Utara Terminal Kertonegoro), Ahad (2/8/2026).

Pada kesempatan kali ini, kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia pelaksana dari TK ABA Kec. Ngawi tersebut menghadirkan mubaligh asal Bojonegoro, Ust. Lukman Hakim, Lc., M.A.

Dalam ceramahnya yang berbobot, Ust. Lukman Hakim mengupas secara mendalam berbagai aspek penting dalam beragama dan berorganisasi. Beliau mengawali pemaparannya dengan menjelaskan pentingnya penguatan ideologi keagamaan dan ideologi sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Lebih lanjut, penceramah memberikan penekanan khusus mengenai tatanan ibadah, yaitu pelaksanaan shalat berdasarkan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Saat mengulas shalat menurut tarjih ini, Ust. Lukman Hakim juga memaparkan berbagai perbedaan pendapat (ikhtilaf) yang termuat di dalam Himpunan Putusan Tarjih, sekaligus menunjukkan bahwa Tarjih Muhammadiyah menghargai serta mengakomodasi keberagaman pemahaman fikih yang memiliki landasan dalil yang kuat.

Beliau juga mengajak jamaah mengenang jejak keteladanan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, saat meluruskan arah kiblat masjid dan menerapkan ilmu hisab—sebuah langkah tajdid bersejarah yang memadukan dalil syariat dengan kebenaran ilmu pengetahuan modern.

Dua Pilar Tajdid Muhammadiyah

Mengenai gerakan tajdid (pembaruan) Muhammadiyah, Ust. Lukman Hakim menerangkan dua pilar utamanya:

  • Purifikasi (Pemurnian): Pemurnian ajaran Islam pada aspek akidah dan ibadah dari unsur-unsur TBC (Takhayul, Bid'ah, dan Churafat).
  • Dinamisasi (Pengembangan): Pengembangan dan modernisasi pada urusan muamalah duniawiyah agar Islam senantiasa relevan menjawab perkembangan zaman.

Di akhir kajian, beliau menegaskan bahwa dalam memahami dan mengamalkan agama, Muhammadiyah menggunakan tiga pendekatan utama, yaitu:

  1. Bayani: Pendekatan berbasis teks Al-Qur'an dan As-Sunnah.
  2. Burhani: Pendekatan berbasis akal, ilmu pengetahuan, dan realitas konteks zaman.
  3. Irfani: Pendekatan berbasis olah rasa, etika, nurani, dan kepekaan spiritual.

Ratusan jamaah tampak antusias menyimak pemaparan dari pukul 06.30 hingga 08.00 WIB tersebut. Bagi masyarakat yang berhalangan hadir secara langsung, rekaman dan tayangan kajian dapat diakses kembali melalui kanal YouTube resmi MAJELIS TABLIGH PDM NGAWI.

0 comments:

Posting Komentar