Khutbah Jum'at : Korupsi dalam Pandangan Islam & Tafsir Ulama

Pustakamu.web.id | Tanggal: 25 September 2026 / 14 Rabiul Akhir 1448 H
Tema: Maraknya Kasus Korupsi dalam Pandangan Islam & Tafsir Ulama

Khutbah Pertama

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah SWT,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah pondasi utama dalam membangun akhlak karimah dan mencegah diri dari tindakan yang merugikan masyarakat.

Hari ini, bangsa kita masih diuji dengan maraknya kasus korupsi. Harta milik umum dan anggaran publik yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat, fasilitas kesehatan, dan pendidikan, justru ditilap oleh sebagian oknum penanggung jawab amanah demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Dalam ajaran Islam, korupsi bukan sekadar bentuk pelanggaran hukum positif duniawi, melainkan sebuah dosa besar dan kejahatan moral (al-fasad) yang mengikis keberkahan suatu bangsa.

Allah SWT secara tegas melarang perbuatan mengambil harta orang lain atau harta publik secara tidak sah melalui firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 188:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan cara yang batil, dan (janganlah) kamu menyuapkan harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan dosa, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 188)
Penjelasan Para Mufasir:
  • Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an menjelaskan bahwa memakan harta secara batil mencakup segala bentuk transaksi dan pengambilan harta tanpa hak yang sah menurut syariat, termasuk di dalamnya pencurian, penipuan, gratifikasi, serta penyalahgunaan kekuasaan (korupsi).
  • Ibnu Kathir menegaskan bahwa memberikan uang suap atau memanfaatkan relasi kekuasaan untuk merebut harta publik atau hak orang lain adalah perbuatan maksiat ganda, yaitu merusak keadilan hukum dan merampas hak sesama.

Jamaah yang Dirahmati Allah,

Tindakan korupsi atas harta milik publik atau negara dikategorikan oleh para ulama sebagai perbuatan Ghulul (pengkhianatan terhadap amanah kekayaan). Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 161:

وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
"Barang siapa yang berbuat ghulul (mengambil harta secara tidak sah/korupsi), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikorupsikannya itu. Kemudian setiap diri akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizhalimi." (QS. Ali 'Imran: 161)
Pandangan Ulama:
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menguraikan bahwa meskipun kata ghulul secara asal merujuk pada pengkhianatan dalam harta rampasan perang, kaidah fiqih menetapkan bahwa hukumnya berlaku umum untuk setiap tindakan pengkhianatan terhadap harta negara, kas umum, maupun jabatan yang diamanahkan.
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa seorang pejabat atau pegawai yang mengambil fasilitas atau insentif melebihi ketetapan resmi tanpa hak, telah tergolong melakukan perbuatan ghulul.

Rasulullah SAW juga mengingatkan ancaman ini dalam hadis shahih:

مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barang siapa di antara kamu yang kami angkat untuk suatu tugas, lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka itu adalah pengkhianatan (ghulul) yang akan dibawanya pada hari kiamat." (HR. Muslim)

Jamaah Shalat Jumat yang Berbahagia,

Mengapa Islam sangat keras memerangi korupsi?

  1. Merusak Keadilan Sosial: Korupsi memperlebar jurang kemiskinan dan merenggut hak-hak masyarakat luas.
  2. Menghilangkan Keberkahan: Makanan dan harta yang bersumber dari korupsi akan menghalangi dikabulkannya doa serta menjauhkan taufik Allah SWT.
  3. Pertanggungjawaban yang Berat di Akhirat: Korupsi terhadap harta negara berarti berutang kepada seluruh rakyat yang diwakili oleh kas negara tersebut.

Sebagai warga dan ulil amri yang beriman, marilah kita bentengi diri kita dengan sifat qana'ah (merasa cukup), menanamkan budaya transparansi, serta berani menolak segala bentuk suap dan gratifikasi dalam kehidupan sehari-hari.

بَارَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ, وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَ تَقَبَّلَ مِنّي وَ مِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

KHUTBAH 2


اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. وَ الصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَي آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
...... Marilah kita akhiri pertemuan yang mulia ini dengan berdoa, semoga Allah SwT berkenan memberikan kita kemampuan untuk melaksanakan anjuranNya sehingga kita meraih kesuksesan dan kebahagaiaan dunia akhirat. Aamiin
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ الاَحْيِاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وِ يَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْن وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ