SEJARAH MUHAMMADIYAH DI NGAWI II MILAD 109 DAN 96 DI NGAWI

Fajar pencerahan Gerakan Muhammadiyah di kabupaten ngawi dimulai pada tahun 1918 yang kemudian secara resmi menjadi perkumpulan pada tahun 1925, dimana saat itu pada tanggal 6/7 Agustus 1925 di rumah mas Prawirodihardjo seorang Hoofmandoer Hospitaal di kampung ketanggi Kota Ngawi.....

Majelis Pustaka, Informasi dan Digitalisasi PDM Ngawi Ikuti Rakerwil MPID PWM Jawa Timur

Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi mengikuti Rapat Kerja Wilayah (rakerwil) yang diselenggrakan oleh MPID PWM Jawa Timur. Rakerwil berlangsung di Aula Mas Mansyur PWM Jatim pada Sabtu (4/11)....

Pengukuhan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Ngawi Periode 2023-2027

Minggu 7 Januari 2024 bertempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi telah dilaksanakan acara Pengukuhan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Ngawi. Proses pengukuhan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, MH, M.Si, unsur Forum Pimpinan Daerah, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Unsur Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah, Pimpinan Organisasi Aisyiyah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi yang kali ini diwakili oleh Kabid. Kepemudaan Yetty Nilam Sulandriana, SS, M.M dan semua Pengurus Pemuda Muhammadiyah se Kabupaten Ngawi.

Majelis Tabligh PDM Ngawi Selenggarakan Raker Bahas Program Kerja dan Persoalan-Persoalan di Cabang

Sebagai upaya meningkatkan sinergi program kerja, Majelis Tabligh PDM Ngawi menyelenggarakan Rapat Kerja dan sosialisasi Program Kerja Majelis Tabligh PDM Ngawi. Sehubungan dengan hal tersebut, majelis Tabligh PDM Ngawi mengundang utusan dari Korbid Tabligh dan Majelis Tabligh PCM se-kabupaten ngawi......

Selepas Mengisi KAP, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag. Meninjau Pembangunan Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Ngawi

Kajian Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi bersama Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., mengangkat tema "Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah." Tema ini sangat relevan bagi warga Muhammadiyah, ...

Kamis, 25 Juni 2026

KHUTBAH JUMAT - ASYURA: MENEGUHKAN TAUHID DAN OPTIMISME MELALUI KISAH NABI MUSA A.S.

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia menuju kebahagiaan akhirat.

Kita berada di bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan Allah Swt. Di dalamnya terdapat hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram, hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari tersebut dan menganjurkan umatnya untuk berpuasa. Ketika beliau tiba di Madinah dan mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, mereka menjelaskan bahwa hari itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

نَحْنُ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ

"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Peristiwa penyelamatan Nabi Musa bukanlah sekadar kisah sejarah yang diceritakan dari generasi ke generasi. Al-Qur'an tidak menghadirkan kisah para nabi untuk sekadar diketahui, melainkan untuk dijadikan pelajaran hidup.

Allah Swt. berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

"Sungguh, pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal." (QS. Yusuf: 111)

Kisah Nabi Musa mengajarkan kepada kita hakikat tauhid dan keyakinan kepada pertolongan Allah.

Ketika Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari Mesir, mereka dikejar oleh Fir'aun dan bala tentaranya. Di hadapan mereka terbentang laut yang luas, sedangkan di belakang mereka pasukan yang siap membinasakan.

Keadaan itu tampak mustahil untuk diselamatkan.

Karena itulah pengikut Nabi Musa berkata:

إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

"Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." (QS. Asy-Syu'ara: 61)

Inilah gambaran manusia ketika hanya melihat kenyataan dengan ukuran dunia. Ketika masalah datang bertubi-tubi, banyak orang kehilangan harapan. Ketika ekonomi sulit, merasa masa depan tertutup. Ketika menghadapi penyakit, merasa hidup tidak lagi memiliki jalan keluar. Ketika melihat berbagai persoalan umat, merasa tidak mungkin terjadi perubahan.

Namun Nabi Musa memberikan jawaban yang luar biasa.

كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (QS. Asy-Syu'ara: 62)

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, ayat ini menunjukkan kesempurnaan tawakal Nabi Musa kepada Allah. Beliau tidak melihat besarnya masalah, tetapi melihat kebesaran Allah yang menguasai segala sesuatu.

Inilah pelajaran pertama dari Asyura, yaitu bahwa seorang mukmin tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.

Tauhid bukan sekadar mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah. Tauhid harus melahirkan keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk ketika manusia tidak lagi melihat adanya jalan keluar.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Pelajaran kedua dari kisah Nabi Musa adalah bahwa kemenangan sejati berada di pihak kebenaran.

Fir'aun memiliki kekuasaan, tentara, dan kekayaan. Ia merasa dirinya tidak terkalahkan. Bahkan ia berkata:

أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى

"Akulah tuhanmu yang paling tinggi." (QS. An-Nazi'at: 24)

Kesombongan telah menutup hati dan pikirannya. Akibatnya, ia tenggelam bersama seluruh kekuasaan yang dibanggakannya.

Sedangkan Nabi Musa yang lemah secara kekuatan duniawi justru memperoleh kemenangan karena berada di jalan yang benar.

Kisah ini mengajarkan bahwa kekuatan iman lebih besar daripada kekuatan materi. Kebenaran mungkin tertunda kemenangannya, tetapi tidak akan pernah kalah.

Karena itu umat Islam harus menjadi umat yang optimis, bekerja keras, menuntut ilmu, memperbaiki diri, dan terus berjuang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Islam mengajarkan bahwa kisah-kisah Al-Qur'an harus melahirkan transformasi dalam kehidupan. Oleh karena itu, memaknai Asyura tidak cukup hanya dengan mengenang peristiwa penyelamatan Nabi Musa, tetapi harus menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.

Keimanan Nabi Musa melahirkan keberanian.

Tauhid Nabi Musa melahirkan optimisme.

Kedekatan Nabi Musa kepada Allah melahirkan kekuatan menghadapi kezaliman.

Maka Asyura harus menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, dan membangun masyarakat yang berkemajuan.

Di tengah berbagai persoalan bangsa dan umat, jangan sampai kita menjadi generasi yang mudah menyerah. Sebaliknya, jadilah generasi yang yakin bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang beriman dan berusaha.

Allah Swt. berfirman:

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: 7)

Marilah kita jadikan bulan Muharram dan hari Asyura sebagai momentum memperbarui iman, memperkuat tauhid, memperbanyak amal saleh, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi kehidupan.

DOA

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيْمٌ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ،
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ .

Senin, 22 Juni 2026

Anak Asuh LKSA Muhammadiyah Ngawi Ikuti Kunjungan Edukatif ke Museum UAD dan Rekreasi

Yogyakarta, 23 Juni 2026

Kegiatan kunjungan edukatif yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Ngawi Selasa (23/6/2026), anak-anak asuh bersama para pengurus dan pendamping melakukan perjalanan menuju Museum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di luar panti yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.

Rombongan berangkat dari kompleks LKSA Muhammadiyah Ngawi sejak pukul 04.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua LKSA Muhammadiyah Ngawi, Widodo, S.Pd., dengan dukungan para pengurus yang turut mendampingi anak-anak selama perjalanan dan pelaksanaan kegiatan.

Di Museum UAD, peserta diajak mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, perkembangan Universitas Ahmad Dahlan, serta berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan dakwah dan kemajuan pendidikan Islam. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi dan memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh pemandu museum.

"Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman baru, menambah wawasan, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita yang lebih tinggi," ujar Widodo, S.Pd.

Setelah menyelesaikan kunjungan edukatif di Museum UAD, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sadranan, Gunungkidul, untuk mengikuti kegiatan rekreasi dan penyegaran. Selain menikmati keindahan alam, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan mempererat hubungan kekeluargaan antara anak-anak asuh dan para pendamping.

Para pengurus berharap kegiatan yang sedang berlangsung ini dapat memberikan manfaat yang besar, baik dari sisi pendidikan maupun pengembangan karakter. Melalui pengalaman belajar dan rekreasi secara langsung, anak-anak diharapkan semakin percaya diri, memiliki wawasan yang lebih luas, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Kegiatan kunjungan edukatif dan rekreasi ini merupakan bagian dari komitmen LKSA Muhammadiyah Ngawi dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pada pengembangan pengetahuan, pengalaman, dan kebahagiaan anak-anak asuh.

Sabtu, 20 Juni 2026

Usai Kajian Ahad Pagi, Donatur Salurkan Santunan untuk LKSA Muhammadiyah Ngawi

Ngawi – Masjid Tamam Ali Hasan, Jl. Barnadip No. 3 Ngawi

Semangat kepedulian dan berbagi kepada sesama kembali ditunjukkan dalam kegiatan Kajian Ahad Pagi PCM Ngawi yang diselenggarakan di Masjid Tamam Ali Hasan, Ahad (21/6/2026). Setelah rangkaian kajian selesai, dilaksanakan penyerahan santunan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Ngawi dari seorang donatur yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya.

Penyerahan bantuan berlangsung dengan penuh kehangatan dan disaksikan oleh jamaah yang masih berada di lokasi kajian. Santunan tersebut diterima secara langsung oleh Ketua LKSA Muhammadiyah Ngawi, Widodo, S.Pd., sebagai bentuk amanah yang akan disalurkan untuk mendukung berbagai kebutuhan anak-anak binaan LKSA Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya melalui LKSA Muhammadiyah Ngawi. Meskipun tidak berkenan disebutkan namanya, kepedulian yang diberikan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

Widodo, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, dukungan dari para dermawan sangat membantu keberlangsungan program pembinaan, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan anak-anak yang berada dalam asuhan LKSA Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada donatur yang telah memberikan kepercayaan kepada LKSA Muhammadiyah Ngawi. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung program pembinaan dan kesejahteraan anak-anak asuh. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan pahala dan keberkahan yang berlipat ganda,” ungkapnya.

Jamaah yang hadir menyambut baik kegiatan santunan tersebut. Mereka menilai bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian ilmu keagamaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Penyerahan santunan ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama. Diharapkan, semakin banyak pihak yang tergerak untuk mendukung program-program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan oleh LKSA Muhammadiyah Ngawi.

Dengan sinergi antara dakwah dan aksi sosial, PCM Ngawi terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan bagi umat serta memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.